| Solo, September 2004 |
|
|
|
| Written by | |
| Sunday, 08 October 2006 02:01 | |
|
UNTUK kesekian kalinya Komunitas [Kere] mengadakan acara gathering. Kali ini Solo menjadi "target operasi" para chater mania Indonesia 5. Meski hanya dihadiri 16 chater, acara yang diselenggarakan 11 - 12 September 2004 itu tak kalah menarik dengan gathering di kota-kota sebelumnya.
Sesuai dengan tugas yang diemban, realisasi rencana acara dimulai dengan hunting lokasi yang dilakukan oleh Agung, Tatunk dan Hendry tanggal 20 Juni 2004. Sampai terminal Solo mereka deleg-deleg. "Mau cari lokasi di mana ya?" kira-kira demikian pertanyaan yang sempat terbersit di pikiran masing-masing. Cukup lama mereka nongkrong di terminal. Sambil mencari ide kita menuju sebuah rumah makan. Wah... kebetulan pelayannya dua cewek sekseh. Waoww... canda tawa dan godaan nakal mereka bertiga akhirnya melahirkan ide, mengapa tidak cari tempat terdekat dari terminal saja. Maka tanpa pikir panjang, Hotel Tirtonadi Permai yang tak jauh dari terminal menjadi pilihan. Harga kamarnya pun cukup terjangkau. Setelah menyelesaikan reservasi 10 kamar (akhirnya hanya terpakai 6 kamar), mereka bertiga langsung menginap di hotel itu juga untuk kemudian esoknya saling berpisah ke rumah masing-masing. Lalu malamnya mereka melaporkan secara detail kepada Mbak Gadis tentang hasil pencarian lokasi yang akan digunakan untuk tempat ngumpul. Laporan diterima, bahkan ide lama mencetak kaos seragam [Kere] segera direalisasi pula. Tiba saatnya tanggal 11 September itu. Dari arah barat, sejak pukul 01.00 Oerip meluncur dengan bis menuju Solo. Karena terlalu awal, dia bingung kepada siapa mengontak. Akhirnya Oerip disarankan segera masuk ke Hotel Tirtonadi. Dari arah timur, nasib Ian juga serupa (terlalu awal). Maka biar bareng-bareng Ian gabung dengan kontingen Yogya yang terdiri dari Mbak Gadis, Kang Burjana, Marno, Hendry, Kodok dan Tatunk. Tak lama setelah itu Gugun, Kodok, Agung, Wawan dan Nanang menongolkan diri. Kami melanjutkan canda tawa sambil sesekali menyeruput oleh-oleh yang dibawa oleh Marno. Waoww soju man! Tapi tunggu dulu, di tas Kang Burjana ada juga. Ah simpen aja dulu ah, buat ntar malem. Kamar nomor 208 nyaris mirip sarang penyamun. Semua pada ngendog di situ. Tapi asyik juga karena hati dan pikiran kita sejenak bebas lepas dari beban keseharian yang kadang membelenggu jiwa. Saat itulah datang Menjess dan Erin. Suka cita yang pernah bersarang dulu seakan menjelma kembali di dada kita. Jadi ingat waktu di Malang, Tegal dan Yogya. Ruangan kecil dekat kamar-kamar kita gunakan untuk bernyanyi. Seperangkat keyboard yang diupayakan oleh Agung benar-benar menjadi katup pembuka jiwa-jiwa dahaga. Kita berdendang lagu sesuka-sukanya. Entah salah entah betul yang penting suasana jadi penuh suka cita. Dan tidak lupa, oleh-oleh Marno dan Mbak Gadis kita habiskan untuk acara 'pesta surga' seperti sebelumnya. Bahkan tampaknya kurang, hingga kita mengusahakan kembali beberapa kali. Namun ditengah keasyikan itu, Menjess dan Erin berpamitan hendak pergi ke Cilacap karena suatu kepentingan. Setelah kita lepas dengan peluk cium maka kita lanjutkan. Lagi-lagi kamar 208 itu menggemakan canda tawa kita. Kelucuan-kelucuan dan kekonyolan meluncur begitu saja tanpa terbendung. Agung sebagai komandan perjamuan 'pesta surga' berlaku adil dan tegas kepada semua peserta ha ha ha ha.... (siip Gung). Ketika kita terbangun esoknya, masih tersisa wajah kusut. Namun setelah mandi semuanya jadi cerah. Habis itu kita makan siang di warung sate. Dan acara selanjutnya seperti biasanya, kita mengunjungi salah satu Yayasan Sosial yang mengurusi yatim piyatu. Kedatangn kita di panti disambut dengan hangat dan penuh ucapan terima kasih oleh pengurus. Uang yang tak seberapa besarnya itu kita serahkan sebagai tali asih demi kelangsungan mereka. Dan..... tak terasa waktu akan memisahkan. Setelah kunjungan ke panti, kita semua saling berpeluk cium di halaman Stasiun Balapan Solo. Ya, kita memang berpisah namun di dada kita masih tersimpan semua kenangan itu. Dan tentu ada harapan untuk kita dapat berkumpul kembali tahun depan. Yang cukup membanggakan, acar chater gathering mulai dari Malang hingga solo sempat dibidik oleh media massa. Pada tanggal 29 dan 30 September 2004, Jawapos Radar Semarang menuliskan feature tentang komunitas [kere] di halaman depan, gilak gak man!!! |
|
| Last Updated ( Wednesday, 17 January 2007 09:41 ) |