| Garut, Oktober 2005 |
|
|
|
| Written by | |
| Sunday, 08 October 2006 02:40 | |
|
KELESUAN melanda tubuh Komunitas [Kere]? Jawabnya, "No way!!" Sebab meski diakui oleh sebagian anggota, pada tahun 2005 memang banyak sekali personel yang intensitas online-nya agak menurun. Namun hal itu tidak menyurutkan yang lain. Bahkan tahun itu pula banyak wajah-wajah baru bermunculan dan menempati rating cukup tinggi di chatt room. Sebut saja flashman.sina alias Gus Nug, adalah personel yang baru populer tahun 2005 di kalangan [Kere]. Masih ada lagi yg belum disebut yaitu Nana, Lia, Indah, Tomi, Arief Gondrong, Dompet, Konyil, dan masih banyak lainnya. Agenda rutin gathering [Kere] tahun 2005 mengambil lokasi di Garut, pada tanggal 21 oktober, bertepatan dengan ulang tahun Arief Gondrong dan Konyil. Namun seperti biasanya, sebelum semuanya kumpul kita selalu transit terlebih dahulu. Kali ini kita transit di kota kembang, Bandung. Diawali kedatangan mbak Gadis dan Kang Burjana, Bitha, dan Ronie. Lalu Agung, Tomi, Tatunk, dan Arie dari Yogyakarta. Qyell dan Imam datang dari Bekasi. Baka datang dari arah Jakarta. Saat itu pula Nana, Lia, dan Dewi bergabung (hari H nya Dewi tidak ikut ke Garut). Siang harinya semua berangkat setelah menunggu kedatangan Arief Gondrong dari Semarang, dan Konyil dari Jakarta. Berhubung hanya ada satu mobil, maka lainnya terpaksa naik angkutan umum menuju ke Garut, tepatnya di Saung tempat jaga peternakan ayam Kang Burjana. Asyik kita kembali ke alam!! Saung yang bertengger di tengah hamparan sawah itu tiba-tiba ramai penuh sesak oleh para [Kere] dengan berbagai ekspresi kegembiraan.
Di Garut, kadar ke-[Kere]-an kita benar-benar teruji. Meski jauh dari kota dengan fasilitas seadanya kita tetap pada misi utama, yaitu persaudaraan, tali kasih dan silaturahmi. Walhasil, acara demi acara berjalan dengan lancar. Tapi yang paling heboh dari acara itu adalah acara makan malam di rumah Kang Burjana. Dalam kegelapan kita berjalan kaki ke sana, padahal pengaruh alkohol sudah merasuk. Jadinya, di foto semua tampak lucu gitu. Ada lagi, acara bakar ikan di tengah malam, di antara guyuran hujan deras. Nikmat banget rasanya. Minuman penghangat menemani malam yang dingin itu. Wow tapi soal makanan kita justru kewalahan, karena tuan rumah terlalu banyak menyediakan. Sampai pagi pun makanan masih ada. Setelah dirasa cukup, kami semua berpisah. Sebagian yang masih ngumpul di Jakarta adalah mbak Gadis, Kang Burjana Bitha, Ronie, Konyil, dan Arief di Hotel Ibis. Malam harinya Baka, Tatunk, dan Arie mengajak keliling Jakarta. mbak Garnis sempat datang ke Ibis untuk sekadar bertemu mbak Gadis. |
|
| Last Updated ( Thursday, 26 June 2008 23:49 ) |