Home Info [Kere] Gathering Kaliurang, Agustus 2006
Kaliurang, Agustus 2006 PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by   
Tuesday, 10 October 2006 03:13
MEERUJUK pada komitmen awal, bahwa komunitas [Kere] terbentuk untuk saling mengasihi, berbagi rasa, tukar-menukar ilmu, persohal sharing. Maka gathering tahunan yang di selenggarakan di Kaliurang, 5 Agustus 2006 sangat relevan dengan komitmen itu. Hal ini tampak dari antusiasme kedatangan para [Kere] di persinggahan Hotel Limaran.

Gathering kali ini memang amat istimewa. Bahkan karena istimewanya kita katakan luar biasa. Kenapa luar biasa. Satu sisi hati kita bahagia karena dapat berkumpul bersama, melepas kerinduan setelah sekian lama berpisah. Namun tak dapat dipungkiri, sisi hati yang lain kita juga amat sedih. karena salah satu rekan kita, Nurul Dani Siregar (Baka) telah berpulang ke pangkuan Yang Maha Pengasih, akibat kecelakaan lalu-lintas di Yogyakarta, 27 Juni 2006. Terpaksa kita harus mencampuradukkan antar kebahagiaan dan kesedihan itu dalam berbagai ekspresi.

Bagaimana tidak sedih? Baka, sahabat kita yang imut nan lucu, walau pun sedikit nakal itu kini telah tiada. Sebelumnya, Baka dikenal sebagai sahabat yang cukup friendly, cool, calm and confident. Kemampuan berolah fikir kadang membuat orang lain terbelalak. Kemampuannya dalam menguasa alat musik dan teknologi informasi merupakan kelebihan yang tak dimiliki setiap orang. Dan rasa humornya yang cukup tinggi membuat kita terhibur. Peristiwa peristiwa kecil yang kita alami bersama Baka baik saat gathering maupun di luar gathering adalah kenangan yang tak terlupakan. Nah, salah satu agenda gathering 2006 adalah ziarah ke makam Baka sekaligus silaturahmi dengan orang tuanya.

Jumat sore yang sudah berkumpul di Hotel Limaran adalah Mbak Gadis, Tatunk, Tomy, Nana, Jojo, Arga, Shanty, Very, Upiek (pacar almarhum), Alit, Gus Nug, Bitha, Ronie, dan Cermin (Nginapnya di Hotel Gloria). Sementara Arief baru sampai sekitar pukul 20.00 dari arah Semarang. Malam hari itu pula, setelah sejenak melepas kepenatan dan rasa kangen, kita semua mencari angin segar, berjalan-jalan ke Beteng Vrederburg (Tempat ini juga merupakan kenangan bersama almarhum). Di sana ada tambahan personel yang datang yaitu Santo, Imam, dan Natanami (Istri Imam).
 
Seperti biasa he he he he. Para cowok segera memulai dengan cara 'menuju puncak'. Santo dan Tatunk sangat sigap menyiapkan segala perlengkapan. Acara ini terhitung mencapai tiga babak, sampai pagi.

Sabtu siang, setelah semua kumpul kita berangkat dari Hotel Limaran menuju rumah Baka. Sebagian naik motor, sebagian lain diangkut dengan mobil Bitha. Memasuki daerah Bantul, perasaan kita terharu oleh terhamparnya bangunan-bangunan yang telah rata dengan tanah, rusak akibat gempa tektonik 27 Mei 2006. Termasuk rumah Baka yang ketika kita datang masih dalam tahap perbaikan.

Sesampai di rumah Baka, kita disambut amat ramah oleh orang tua Baka. Hati kita jadi teriris melihat wajah ibunya yang sangat mirip dengan Baka dengan senyuman khasnya. Apa lagi dengan sambutan yang hangat, bagai keluarga sendiri. Rupanya Ibu Baka sudah banyak mengetahui dari Baka, siapa-siapa saja temannya yang selama ini berkomunikasi di chatt room Indonesia 5. Hingga ketika kita menyebut nama, Ibu Baka sudah tidak asing lagi, lengkap dengan hal-hal yang pernah diceritakan Baka. Hal yang membuat kita makin terharu ketika Ibu Baka tiba-tiba mempersiapkan makan siang dengan kondisi mendadak itu. Perhatiannya sebesar itu ditujukan kepada kita semua. Melengkapi pertemuan siang itu, datang pula Marno Bandit bersama temannya, disusul Mas Dhana bersama Reyma. Menjelang kembali ke Limaran, kita menyempatkan berfoto bersama keluarga Baka. Sehabis itu kita semua cabut untuk kemudian naik ke Kaliurang.

Konvoi segera berangkat, terdiri dari dua mobil dan beberapa motor menuju Villa Nguntara Gati yang jauh hari sebelumnya sudah dipersiapkan oleh Tatunk dan Gus Nug. Memasuki villa itu, hawa sejuk merasuk. Rasa gerah yang sedari Bantul hampir memusingkan kepala serasa hilang seketika. Semua perlengkapan masing-masing personel segera ditaruh. Wah lumayan gede juga nih villa, ada empat kamar tidur, ruang tamu yang cukup representative, dan halaman dengan taman yang indah membuat kita semua betah. Kalau gak ada beban pekerjaan dan tugas sehari-hari ingin rasanya kita tinggal di situ seterusnya. Sore itu kita kedatangan 'tamu' dari (katanya) Solo bernama Tedy, namun tak lama kemudian pergi lagi.

Malamnya, datang lagi serombongan personel terdiri dari Very, Indah, Melati, Jojo, dan Santo. Sementara Arie dan temannya, Agung, dan mas Kern datang tengah malam. Dinginnya malam tak membuat kita cepet tidur, tapi malah asyik masyuk dalam dendang lagu dan tarian, diselingi berputarnya gelas kecil dari agung sebagai pelengkap acara 'menuju puncak'. Sebagian yang benar-benar lelah akhirnya tertidur. Namun yang bertahan, melek sampai pagi.

Minggu pagi. Matahari baru saja menyembul ketika sebagian personel menuju anjungan pemantau gunung Merapi. Sementara yang lain masih bermalas-malasan tidur, ada juga yang berjalan-jalan membeli makanan di warung terdekat.

Minggu siang. Setelah mengambil gambar secukupnya di halaman villa, kita semua 'turun gunung' menuju Yogyakarta. Yang dituju adalah langsung ke Hotel Gloria, di mana di situ kita semuanya berpisah. Namun sebagian masih ada yang bertahan di situ hingga terjadi suatu 'keganjilan' berupa hilangnya camera mbak Gadis, dan ponsel milik Melati. Hingga tulisan ini diturunkan, tim pencari fakta masih bekerja untuk menginvestigasi peristiwa itu secara kronologis.
Last Updated ( Saturday, 21 June 2008 00:59 )
 
 

Album Kere

Online Members

None

Login

Browser Compatible

Browser Compatible
Disarankan tidak menggunakan
Internet Explorer V6
Firefox 3

Kere Members


bloody

kodoksarkem

andiy_03

What's New?

From 09-01-2010 until 09-10-2010 we have
0 new artiles
0 modified articles
0 new weblinks.

Testimonials

Addictive, Ancur-ancuran tapi beraturan, bergantung bukan untuk menjadi ketergantungan...