| Daun dan Ulat |
|
|
|
| Written by Nina | |
| Thursday, 03 January 2008 15:10 | |
|
Dua musim hujan berlalu sehingga di mana-mana tampak pepohonan menghijau. Keliatan seekor ulat di antara dedaunan yg menghijau bergoyang-goyang di terpa angin. ”Apa kabar daun hijau” katanya. Tersentak daun hijau menoleh kearah suara yg datang.
”Ohh…kamu ulat , badanmu keliatan kurus dan kecil…mengapa ?” tanya daun hijau.”Aku hampir tidak mendapatkan dedaunan untuk makananku, bolehkan engkau membantuku sahabat?” kata ulat kecil. ”Tentu….tentu, dekatlah kemari, ‘daun hijau berpikir’ Jika aku memberikan sedikit saja daunku ini untuk makanan si ulat, aku akan tetap hijau. Hanya saja aku akan keliatan berlobang-lobang. ..tapi tak apalah.” Perlahan-lahan ulat menggerakkan tubuhnya menuju ke daun hijau. Tidak lama berselang ketika musim panas datang daun hijau menjadi kering dan berubah warna. Akhirnya ia jatuh ketanah di sapu orang dan dibakar. Renungan…… Merelakan kesenangan dan kepentingan diri sendiri bagi orang lain memang tidak mudah, tetapi indah. Bagi daun hijau berkorban merupakan sesuatu perkara yg mengesankan dan terasa indah serta memuaskan. Dia bahagia melihat sesamanya dapat tersenyum karena pengorbanan yg ia lakukan. Ia juga melakukannya karena menyadari bahwa ia tidak akan selamanya tinggal menjadi daun hijau, suatu hari ia akan kering dan jatuh. Demikianlah kehidupan kita, hidup ini hanya sementara… kemudian kita akan mati. Itu sebabnya isilah hidup ini dengan perbuatan-perbuatan baik, kasih, pengorbanan, pengertian, kesetiaan, kesabaran, dan kerendahan hati. Jadikanlah berkorban itu sebagai sesuatu yg menyenangkan dan membawa sukacita tersendiri bagi anda. Kita dapat berkorban dalam banyak perkara, mendahulukan kepentingan sesama, melakukan sesuatu bagi mereka, memberikan apa yg kita punyai dan masih banyak lagi pengorbanan yg dapat kita lakukan. Yang mana yang sering kita lakukan? |
|
| Last Updated ( Monday, 07 January 2008 03:21 ) |