| Arah Langkah dan Cita-Cita Komunitas Kere? |
|
|
|
| Saturday, 01 March 2008 08:09 | |
|
Siapa tokoh kunci organisasi Nazi milik Hitler , hingga bisa menyisakan teror pada Eropa hingga saat ini? Tentu saja jawaban dari ahli sejarah adalah sederetan data dan arsip serba resmi dari organisasi tersebut. Namun lain dengan jawaban ilmuan politik, itu tergantung siapa motivator Hitler hingga bisa menularkan ideologi 'meinkamf'-nya. Pernah ada artikel yang menyatakan motivator Hitler adalah sahabat-sahabat dekat dia dalam kehidupan sehari-hari. Sahabat Hitler tersebut tidak perlu banyak bicara, atau banyak tingkah di depan hidung atau di dekat tubuh pria kecil dengan kumis yang di tiru pelawak Srimulat Asmuni. Namun Hitlerlah yang mengamati pola kehidupan sahabat-sahabat tersebut, dia menyimak, memikirkan dan menuliskan ide-idenya untuk merubah hidup sahabat-sahabatnya. Maka mulailah ratusan artikel dan puluhan buku diterbitkan atas nama penulis Adolf H. Mereka yang membaca dan menyimaknya seperti terkena sihir akan ide-idenya. Dan selain menulis, Hitler juga melakukan kerja organisasi atas ide-idenya. Maka tidak heran jika lelaki bertubuh dibawah standar orang eropa bisa menjadi hantu paling menakutkan bagi kaum Yahudi (bayangkan sebuah 'kaum' bisa ketakutan). Dan perang dunia II meletus banyak nyawa rela dibuang untuk Hitler. Pada milenium ketiga ini ada juga tokoh yang menjadi hantu orang Eropa dan Amerika, dia bernama Osama bin Laden (Usamah -menurut lidah melayu). Hidup nomaden dengan sahabat-sahabatnya, sekian milyar dollar dikeluarkan Amerika untuk membunuh mereka. Namun pernahkan anda membaca artikel atau tulisan karya Osama, paling tidak dari membacanya kita jadi tahu 'ideologi' pengusaha minyak yang berubah menjadi hantu bagi Eropa dan Amerika. Coba browsing situs buatan sahabat-sahabat Osama, untuk kita baca ideologi Osama. Lantas unik lagi kalau kita menyimak riwayat JK Rowling , janda miskin yang menulis novel bertema dunia Sihir. Dalam waktu kurang dari 5 tahun dia menjadi Ibunda yang melahirkan Harry Potter sekaligus sahabat-sahabatnya, juga fans novel dan film mereka. Dari kehidupan miskin di Inggris kini Rowling memiliki mesin penghasil uang di seluruh belahan dunia. Hitler, Osama dan JK Rowling jelas tidak sekolah ilmu 'aneh' atau 'supranatural'. Mereka melakukan hal yang sederhana, 'menuliskan apa yang ada di kepala mereka'. Dan tidak ada catatan dalam hidup mereka pernah membunuh atau melukai sahabat-sahabat dalam hidupnya. Maka kemana arah langkah dan cita-cita 'kere-community'?. (*) |