|
Bukankah jumlah jari jemari tangan kita ada 10, dalam dua lengan tak pernah berhenti bergerak. Seolah mewakili fungsi jari jemari tersebut, Komunitas Kere melakukan bakti sosial di Malang Jawa Timur pada Maret 2008. Kere menurunkan 10 personil taktis (kayak tentara saja) terjun ke dua Panti YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) dan Panti Asuhan Putri milik Yayasan Enim di kota penghasil Apel.
Satu lagi kerja 'Kere' yang tidak bisa disepelekan, sebab di millenium ketiga ini begitu sulit mencari kelompok yang peduli dengan kondisi sosial lingkungan sekitar.
Dari penuturan 'Bal4k_6' (pay) terungkap semula ada rencana memberangkatkan 20 oknum (ini oknum baik, bukan yang jelek) 'Kere', seandainya saja 20 itu jadi berangkat maka lengkap sudah jari lengan dan kaki bergerak semua. Namun manusia punya rencana tetap saja tidak berjalan mulus, maka 10 oknum dengan identitas antara lain Ooon, Nina, Menjes, Tatunk, Imam, Enchiv, Novi, Gysa, Adera yang dapat memberikan bantuan untuk kedua panti di Malang. Padahal 'Bal4k_6' juga ikut terjun ke Malang walau harus menyeberangi lautan, dia berasal dari Pontianak Kalimantan.
Maka untuk kesekian kalinya 'Kere' dikejutkan oleh kesan dari dua panti penerima bantuan. Awalnya 'Kere' diduga sebagai kelompok darma Wanita atau ikatan pensiunan dini. Sebab penghuni kedua panti tersebut punya asumsi awal bahwa 'Kere' dihuni oleh orang-orang berusia di atas 60 tahun. "Walah ternyata yang membantu itu dari kelompok orang muda-muda, cakep, ganteng, manis dan energik semua, coba kalau aku tahu sebelum mereka datang. Aku akan dandan habis-habisan," demikian suara hati para pengelola 2 panti.
Hal paling penting adalah bantuan sudah diterima langsung kepada yang berhak, itu saja. Untuk kemudian 'Kere' akan melakukan bakti sosial di daerah lainnya, pasti dinanti. Belajar pada pohon Sukun, jika lembar daun tua jatuh gugur ke tanah akan menjadi pupuk.Pupuk untuk makananan akar, dialirkan pada batang hingga bunga berwujud buah. Sukun adalah lingkaran lambang kemandirian, walau suatu ketika pupus daun muda dipotong oleh terpaan angin kencang dan jatuh entah kemana. Sang Sukun tetap yakin, bila pupus daun itu jatuh ke tanah pasti menjadi pupuk untuk pohon lainnya. Love u all  . (*) |